Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketum PB Mathla'ul Anwar Kecam Keras Gimmick Promosi Miras dengan Surat Ad-Dhuha

Selasa, 11 Agustus 2026 | Agustus 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-11T15:12:28Z
Ketum PB Mathla'ul Anwar Kecam Keras Gimmick Promosi Miras dengan Surat Ad-Dhuha

JAKARTA- SapuJagatNews.com – Pengurus Besar Mathla'ul Anwar mengecam keras aksi yang menjadikan hafalan Surah Ad-Dhuha sebagai gimmick promosi minuman keras merek Newport dalam sebuah kegiatan di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Aksi yang terekam dalam video dan viral di media sosial itu memperlihatkan seorang pengunjung ditantang melafalkan Surah Ad-Dhuha, dengan iming-iming hadiah berupa minuman keras. Peristiwa tersebut langsung menuai kecaman publik dan kini telah menjadi perhatian aparat kepolisian.

Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar, Jazuli Juwaini, menegaskan tindakan tersebut tidak hanya tidak beradab, tetapi juga melecehkan kesucian Al-Qur'an.
"Kami mengecam keras tindakan yang menjadikan Al-Qur'an sebagai alat permainan dan gimmick pemasaran. Al-Qur'an adalah Kalamullah, bukan bahan candaan, bukan alat promosi, dan bukan komoditas untuk mengejar keuntungan. Lebih tidak patut lagi ketika ayat suci dikaitkan dengan hadiah berupa minuman keras yang jelas-jelas haram dalam Islam," tegas Jazuli di Jakarta, Senin (11/8/2026).
Menurut Jazuli, persoalan ini bukan sekadar soal promosi yang tidak sensitif, melainkan menyangkut penghormatan terhadap kitab suci dan norma kehidupan beragama di Indonesia yang berlandaskan Pancasila.

"Jangan berlindung di balik alasan promosi, hiburan, atau kreativitas. Ada batas moral, etika, dan hukum yang tidak boleh diterobos. Ayat-ayat Allah tidak boleh dipermainkan untuk menjual produk apa pun, apalagi minuman keras yang jelas keharamannya menurut Islam," ujarnya.

PB Mathla'ul Anwar mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada klarifikasi, melainkan mengusut tuntas semua pihak yang terlibat, mulai dari perancang, pemberi perintah, penyelenggara, hingga pelaksana di lapangan.

"Kami meminta polisi bertindak tegas. Jangan berhenti pada klarifikasi. Usut siapa yang bertanggung jawab dan proses secara hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran. Jangan sampai pembiaran hari ini menjadi preseden bahwa ayat-ayat suci boleh dipermainkan demi viralitas dan keuntungan bisnis," tegasnya.

Selain itu, PB Mathla'ul Anwar juga meminta pihak penyelenggara dan pemilik brand untuk memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban terbuka kepada publik.

Jazuli juga mengimbau umat Islam untuk menyikapi persoalan ini secara bermartabat tanpa main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum.

"Kami tidak menghendaki main hakim sendiri. Tetapi kami juga tidak akan diam ketika kesucian Al-Qur'an dipermainkan. Negara harus hadir. Hukum harus ditegakkan. Jangan jadikan agama sebagai bahan permainan untuk kepentingan komersial," pungkas Jazuli Juwaini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dilaporkan masih melakukan pendalaman terkait video viral tersebut.
(Putra/Red)
×
Berita Terbaru Update