JAKARTA,_Gedung-gedung pencakar langit Jakarta menjadi saksi. Di tengah gempuran berita bohong yang coba merobek persatuan, sebuah sinyal kuat datang langsung dari pusat kekuasaan tertinggi.
Staf Khusus Presiden Republik Indonesia secara resmi memanggil Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman.
Ini bukan undangan makan siang. Ini adalah PANGGILAN NEGARA.
Sumber internal menyebutkan, Istana sudah lama memantau. Di saat banyak organisasi hanya ribut di media sosial, FRIC bekerja dalam senyap. 34 Provinsi, satu komando. Tidak berisik, tapi hasilnya nyata.
FRIC bukan sekadar organisasi wartawan. FRIC adalah benteng terakhir penjaga marwah Polri dan pengawal program Presiden RI menuju Polri PRESISI.
"Presiden tidak butuh laporan ABS. Presiden butuh denyut nadi rakyat yang sebenarnya. Dan itu ada di FRIC," ujar salah satu sumber di lingkaran Istana.
Pemanggilan ini adalah pengakuan. Bahwa pasukan yang selama ini loyal tanpa batas kepada NKRI, Presiden, dan Kapolri, kini resmi dilirik sebagai mitra strategis nasional.
Saat dikonfirmasi, Ketua Umum FRIC H. Dian Surahman irit bicara namun tajam maknanya:
"Kita bahas lebih lanjut setelah pertemuan. Tapi satu hal yang pasti, FRIC lahir karena cinta Nusantara dan bangga kepada Polri. Kami adalah Satgas Penangkal Opini. Tugas kami meluruskan yang bengkok, mematahkan narasi pemecah belah, dan mengawal Indonesia Emas."
Pesan sudah jelas. Jika kemarin FRIC bergerak sendiri, mulai hari ini FRIC bergerak bersama Istana.
(Putra/Red)