BATAM ]Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dan Polis Johor, Malaysia, sepakat memperkuat kerja sama keamanan perbatasan di kawasan Selat Malaka. Komitmen ini diwujudkan lewat rencana pembentukan tim khusus untuk menangani kejahatan transnasional, khususnya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan peredaran narkotika.
Kesepakatan tersebut tercapai dalam kunjungan kehormatan Ketua Polis Johor, CP Dato’ AB Rahaman Bin Arsad, yang disambut langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin di Ruang Kerja Kapolda Kepri, Batam, pada Selasa (23/6/2026).
"Kejahatan transnasional tidak dapat ditangani secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, koordinasi, dan pertukaran informasi yang kuat antara Indonesia dan Malaysia," ujar Irjen Pol. Asep Safrudin dalam keterangannya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyoroti sejumlah modus baru kejahatan lintas negara. Ketua Polis Johor mengungkapkan adanya tren penyalahgunaan paspor wisata untuk jaringan scam ilegal, serta maraknya peredaran cartridge vape mengandung narkotika.
Sebagai bentuk keseriusan, Polis Johor menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan untuk mematangkan pembentukan tim khusus koordinasi tersebut.
Langkah taktis ini diambil menyusul tingginya tensi kerawanan di Selat Malaka. Polda Kepri mencatat telah menggagalkan penyelundupan 2 ton sabu di kawasan tersebut. Selain itu, Dirreskrimum Polda Kepri melaporkan sepanjang tahun 2026 ini pihaknya telah berhasil mengungkap 13 kasus TPPO dan mengamankan 20 tersangka yang memanfaatkan jaringan komunikasi lintas negara.
(Yos/Red)
