Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sablon Ranira Cibitung Andalan Musim Kampanye

Kamis, 16 April 2026 | April 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-16T10:25:50Z
Sablon Ranira Cibitung Andalan Musim Kampanye
SJN||Cibitung, Bekasi - Di Jalan Raya Selang Jati, Cibitung, berdiri sebuah bengkel sablon yang namanya sudah tak asing bagi warga sekitar: Sablon Ranira. Tempat ini unik karena masih setia menggunakan alat-alat sablon manual yang usianya mungkin lebih tua dari sebagian karyawannya. Meja kayu, screen afdruk, rakel, dan proses gesut satu per satu masih jadi andalan.

Pemiliknya, Banu Bradpit, justru bangga dengan cara “kuno” itu. “Mesin boleh jadul, tapi hasilnya nggak bohong. Tinta lebih nyatu sama kain, warna lebih hidup, dan dipakai bertahun-tahun nggak gampang pecah,” ujar Banu sambil menunjukkan kaos contoh yang sudah 5 tahun tapi sablonnya masih mulus.

Banu mengakui, di hari biasa orderan memang lagi lesu. “Sekarang agak kurang menggairahkan. Sehari paling masuk 3-4 pelanggan. Banyak yang nahan dulu karena ekonomi lagi susah,” katanya. Ia bersama 4 karyawannya kini lebih banyak mengerjakan sablonan satuan, kaos komunitas, dan seragam sekolah dalam jumlah kecil.

Tapi wajah Banu langsung berubah semangat saat bicara musim kampanye politik. Baginya, itu adalah “musim panen” yang selalu ditunggu. “Kalau sudah dekat pemilu atau pilkada, di sini kayak pasar malam. Pesanan kaos partai, atribut, bendera bisa sampai ribuan. Tim sukses malah cari yang manual kayak kita karena hasilnya tebal, berani, dan tahan panas di lapangan,” jelas Banu.

Untuk mengejar deadline kampanye, bengkel kecilnya bisa beroperasi hampir 24 jam. Semua karyawan turun tangan, dari afdruk, gesut, sampai jemur kaos di halaman belakang. “Capek iya, tapi rezekinya juga ada. Dari hasil musim kampanye itu yang nutup buat bulan-bulan sepi,” tambahnya.

Sablon Ranira jadi bukti bahwa di tengah serbuan mesin digital, teknik manual dengan sentuhan pengalaman tetap punya pasar sendiri. Bagi Banu Bradpit, kunci bertahannya cuma satu: jaga kualitas, karena pelanggan pasti balik lagi.
(Indri/Red)
×
Berita Terbaru Update