Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Warga Lebak Salat Id Lebih Awal Ikuti Keyakinan Lokal

Kamis, 19 Maret 2026 | Maret 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-20T04:52:02Z
SJN,-Lebak,Warga Kampung Bojong, Desa Cikulur, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026) pagi, lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah.
Sejak pagi, puluhan warga dari berbagai usia memadati masjid kampung untuk mengikuti ibadah salat Id dengan tertib dan khusyuk.

Pelaksanaan Lebaran 2026 lebih awal ini dilakukan berdasarkan keyakinan masyarakat terhadap metode perhitungan kalender Hijriah yang telah lama menjadi pedoman di lingkungan setempat.

Tokoh masyarakat Kampung Bojong, KH Jamaludin, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan merujuk pada perhitungan yang selama ini diyakini komunitasnya.

Diantara nya kami mengikuti Abuya Cilongok.selain itu,di Makkah ( arab Saudi,) juga melaksanakan shalat id di hari ini.Secara geografis mereka lebih Barat dari negara kita, Indonesia, Tetapi sudah lebih awal', Ujar KH Jamaludin seusai sholat id.

Menurutnya KH Jamaludin selaku tokoh agama Cikulur, dasar utama yang digunakan adalah ketentuan jumlah hari dalam kalender Hijriyah yang tidak pernah melebihi 30 hari.

'Lanjut KH Jamaludin".Ia menegaskan, ketika hitungan bulan telah mencapai 29 atau 30 hari, maka letha TOS bulan baru dianggap sudah sah menurut keyakinan yang kita pegang.

Ditempat yg sama, Tokoh pemuda kampung Bojong, GMB( Generasi Muda Bojong),Muh Syam AS menambahkan,ia menyebut keputusan tersebut dijalankan berdasarkan hasil perhitungan internal masyarakat tanpa kordinasi formal dengan lembaga keagamaan lokal/ setempat.

Menurut perhitungan kami, Tgl 20 Maret ini sudah sah masuk tgl 1-Syawal 1447 H, Artinya wajib bagi seluruh umat muslim untuk melaksanakan shalat Sunnah idul Fitri, Jelasnya.-jumat( 20-3-2026).


Meski terdapat perbedaan pendapat tentang hari raya Iedul Fitri di tahun ini, dengan penetapan organisasi keagamaan besar NU dan PBNU, Warga tetap memilih Tokoh lokal yang mereka imami,Terang nya.

'Kita Mengikuti Sesepuh kami, KH Jamaludin.Kami yakin beliau tidak akan salah perhitungan, karena sepanjang sejarah tiap bulan Suci ramadan menjelang IdulFitri itu selalu tepat, Tutur Syam.

Menurut Syam, praktik serupa juga dilakukan di sejumlah desa lain yang ada di kecamatan Cikulur,ia memperkirakan kurang lebih sekitar hampir 80% Warga di beberapa desa menjalankan sholat id Lebih awal, hari Jumat.

Warga setempat tetap mengedepankan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan tentang penetapan hari Raya.

Yang melaksanakan IdulFitri di hari Jumat itu bagus, yang di hari Sabtu juga bagus sesuai keteguhan iman Masing masing.kami berharap perbedaan ini jangan dijadikan perdebatan apalagi sampai menjadi sebuah perpecahan antara sesama umat muslim, TutupNya.
(Muh Syam As)
×
Berita Terbaru Update