Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kades Gunungkencana Geram Perusahaan Triplek Yang Ada Di Perbatasan Desanya Tidak Ada Kordinasi dan sumber BBM nya Menuai Sorotan Publik

Rabu, 18 Maret 2026 | Maret 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-20T04:47:33Z
SJN ||Lebak- Kepala desa Gunungkencana Mulya angkat bicara terkait jalan lingkungan poros desa yg di lalui kendaraan keluar masuk pabrik pengolahan bahan triplek tidak ada izin kordinasi dan limbahnya bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan ke pemukiman warga, karena lokasi pabrik adanya di perbatasan desa Gunungkencana dan desa Ciginggang

Pabrik tersebut mengolah Lembaran kayu triplek (plywood) Veneer berlokasi di desa kampung Suka Asih kecamatan Gunungkencana kabupaten Lebak Banten jalan raya Gununungkencana- Banjarsari.

Cara oprasional alat berat yang berada dilingkungan pabrik banyak menimbulkan pertanyaan publik, mulai pengisian bahan bakar alat berat  apakah BBM bersubsidi atau BBM Non Subsidi yang digunakan ,serta legalitas perusahaan tidak jelas secara administrasi tidak adanya papan nama perusahaan terpampang di depan pabrik,serta tidak memperhatikan dampak limbah yang bisa menyebabkan polusi udara jangka panjang ke pemukiman warga 17/03/2026

Saat dikonfirmasi kepala desa Gunung kencana Mulya memaparkan lewat WA
"Itu perusahaan tidak ada kordinasi ke desa, sekalipun itu secara administrasi masuk desa Ciginggang tapi posisinya ada diperbatasan Desa Gunungkencana
Ucapnya.

Mengingat jalan yang di gunakan perusahaan tersebut jalan poros desa Gunungkencana,juga bisa ada dampak pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik,bisa menyebabkan polusi udara,nanti imbasnya ke pemukiman warga,karena perusahaan tersebut tidak jauh dari pemukiman warga dan sangat dekat dengan perbatasan desa Gunungkencana,pungkasnya.

Tim pntau awak media mencoba cek langsung kelokasi pabrik triplek, tim bertemu seorang diduga mandor atau pengawasnya, berinisial DK ,selain itu tim menemukan sejumlah pertanyaan salah satunya adanya beberapa jerigen yang terisi solar,sungguh miris apakah dari bahan bakar bersubsidi atau non subsidi.

Tim menanyakan langsung ke DK terkait solar di jerigen" saya hanya pengawasa atau mandor dari perusahaan pak,kalau BBM itu bagian alat berat yang angkat limbah,dia di bayar all in pak" Ungkapnya.

Dk menambahkan coba tanya bapak ke pak Ai biar lebih jelas atau ke operator langsung ke Solihin ujarnya.

Tim awak media mencoba menghubungi Ai lewat sambungan wa sesuai arahan DK pengawas lapangan.

"Soal bahan bakar itu kami tidak tahu,karena alat berat itu bukan punya perusahaan tripleknya tapi punya pihak lain hanya kerja sama untuk sewa perhari all in,ungkapnya.

Ai melanjutkan dalam penbicraaanya"kalau soal perusahaan itu sudah ada izin kalau terkait antisipasi dampak ke lingkungan seperti pagar belum pak karena tahap pembenahan"tutupnya

Sementara menurut keterangan SO yang bekerja sebagai operator alat berat menerangkan lewat sambungan Wa bahwa bahan bakarnya dari bos,di kirim langsung pakai losbak
dan itu solar industri ,lebih jelasnya coba hubungi langsung bosnya,kilahnya.

Setelah kami tersambung yang dengan yang di maksud bos alat berat HH menjelaskan lewat sambungan Wa"betul solar di kirim langsung dari jakarta dan di kirim ke lokasi pakai jerigen, ucapnya.

Kalau jenis BBM saya secara spesifik tidak tahu,setahu saya hanya solar industri imbuh nya .

Sekarang juga sudah beres pekerjaannya,di situ tidak lama,untuk mobilisasi di bawa pakai losbak ke lokasi tutupnya.

Kepada penegak hukum Perda Satpol PP, Tipidter Polres Lebak,Dinas Penanaman Modal Satu Pintu (DPMPSTP) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Lebak,segera evaluasi perusahaan tersebut dan apabila ada pelanggaran segera ada tindakan sesuai aturan UU yang berlaku.

Sejak berita ini di tayangkan tim awak media akan dalami lebih lanjut.

Perusahaan tersebut, tidak jauh dari pusat kecamatan Gunungkencana jalan Raya Gunungkencana- Banjarsari kampung Suka Asih.
(Tim)





×
Berita Terbaru Update