SJN | Jakarta - Personel Detasemen Perintis Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan patroli rutin dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mengantisipasi tindak kriminalitas di wilayah Jakarta Timur.
Kegiatan tersebut melibatkan 12 personel dan menyasar sejumlah titik rawan, di antaranya kawasan Cawang, Otista, dan Matraman.
Patroli diawali dengan apel pemberangkatan di Mako Detasemen Perintis sebagai bentuk kesiapan personel sebelum turun ke lapangan.
Kaden Perintis Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri Kombes Pol Kade Budiyarta, S.I.K, Menyampaikan
Kegiatan ini difokuskan pada upaya preventif guna memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memastikan situasi tetap kondusif. Di kawasan Cawang, personel melakukan pemantauan di area flyover dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada serta menjaga barang bawaan guna mencegah terjadinya tindak kejahatan.
Situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali.
Selanjutnya di wilayah Otista, petugas melakukan penertiban serta pengaturan lalu lintas. Personel memberikan teguran kepada pengendara yang melawan arus karena berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Selain itu, petugas juga menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan dan mengganggu arus lalu lintas. Ujar Kaden Perintis.
Patroli kemudian dilanjutkan ke kawasan Matraman. Di sekitar Stasiun Matraman, personel berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat serta memberikan imbauan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan. Kehadiran polisi disambut baik oleh petugas maupun masyarakat sekitar.
Secara umum, kegiatan patroli rutin berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Kade Budiyarta dalam mengakhiri Kegiatan patrolinya menyatakan bahwa Tidak ditemukan kejadian menonjol selain masih ditemukannya pengendara yang melawan arus. Kehadiran personel Detasemen Perintis mendapatkan respons positif dari masyarakat yang merasa lebih aman dan nyaman.
Warga juga memberikan masukan agar patroli terus ditingkatkan, khususnya pada malam hari, guna meminimalisir potensi kerawanan dan menciptakan situasi yang semakin kondusif di wilayah Jakarta Timur.
(Putra/Red)

