Pengurus Perkumpulan Wartawanb Counter Polri DPC FRIC Kabupaten Lebak Kawal BGN Lebak dan Satgasus Turun Ke Dapur SPPG Yang Diduga Bermasalah Sesuai Atensi Tim DPC FRIC Kabupaten Lebak
LEBAK, BANTEN | SAPUJAGATNEWS.COM - Pengurus Perkumpulan Wartawan Counter Polri Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPC Kabupaten Lebak menyatakan akan mengawal ketat janji Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak bersama Satgasus untuk turun langsung ke sejumlah Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga bermasalah.
Pengawalan ini merupakan tindak lanjut dari atensi dan hasil investigasi Tim DPC FRIC Kabupaten Lebak di lapangan, yang menemukan indikasi dapur SPPG tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Ketua DPC FRIC Kabupaten Lebak A.Sutisba, menegaskan, pihaknya tidak akan lepas tangan hingga sidak benar-benar dilaksanakan.
"Kami masih menunggu janji ketat BGN Lebak, dan kami tetap memonitornya. Pengurus DPC FRIC Lebak akan kawal langsung BGN Lebak dan Satgasus turun ke dapur SPPG yang diduga bermasalah sesuai atensi tim kami," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua BGN Lebak, Mujib, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp pekan lalu oleh awak media, menyatakan kesiapannya.
"Siap, BGN Lebak bersama Tim Satgasus akan turun mene-toksa dapur yang diduga bermasalah atau tidak sesuai SOP. Kami terima kasih pada tim FRIC DPC Lebak yang sudah peduli terhadap program MBG serta terima kasih atas kerjasamanya," ungkap Mujib.
Langkah ini sejalan dengan ketegasan BGN Pusat yang kini memperketat Standar Keamanan Pangan MBG.
Berdasarkan data resmi BGN, dari 27.022 dapur MBG yang disisir secara nasional, ditemukan 1.999 SPPG belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan dihentikan sementara. Dari jumlah itu, 351 sudah terbit SLHS, 1.417 sudah mengajukan, dan 231 belum pernah mengajukan sama sekali.
BGN menegaskan, penutupan sementara 1.999 dapur tersebut adalah bentuk komitmen Keamanan Pangan di Atas Kecepatan Ekspansi Program MBG Nasional.
"Jangan sampai program mulia Presiden untuk anak-anak bangsa ini rusak karena kelalaian oknum pengelola dapur. Jika dapur tidak higienis, yang jadi korban adalah anak-anak kita penerima manfaat. Itu yang kami temukan di Lebak dan sudah kami laporkan," tegas Ketua FRIC DPC Lebak.
Ia menambahkan, Tim DPC FRIC Lebak sebagai kontrol peduli program Presiden Orabowi akan terus berada di garis terdepan mengawal program MBG di Kabupaten Lebak agar tepat sasaran, higienis, dan sesuai SOP.
Hingga berita eksklusif ini diturunkan, Tim DPC FRIC Kabupaten Lebak masih menunggu jadwal resmi turun bersama BGN Lebak dan Satgasus ke titik-titik dapur SPPG yang diduga bermasalah tersebut.
(Tim Fast Respon Indonesia Center DPC Lebak)