Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BANTEN MEMANAS! JAMBAKK Bongkar Konspirasi Sistematis Bungkam Wartawan dan LSM, Ada yang Ketakutan Anggaran Negara Dibongkar!

Kamis, 10 September 2026 | September 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-11T02:39:22Z
BANTEN MEMANAS! JAMBAKK Bongkar Konspirasi Sistematis Bungkam Wartawan dan LSM, Ada yang Ketakutan Anggaran Negara Dibongkar!

BANTEN, SAPUJAGATNEWS – Suhu pemberantasan korupsi di Banten mendadak memanas! Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaring Aspirasi Masyarakat Banten Anti Korupsi (JAMBAKK) Banten mengungkap adanya operasi senyap yang dinilai sangat sistematis untuk melumpuhkan fungsi kontrol wartawan dan LSM.

Ketua JAMBAKK Banten, Luki, dengan nada keras menyebut serangan terhadap wartawan dan LSM saat ini terjadi secara masif, bertubi-tubi, dan tidak wajar. Ia menilai ini bukan kebetulan, melainkan by design untuk membungkam suara kritis.

"Kalau pemberitaan dan kontrol sosial dilakukan sesuai fungsi dan koridor yang berlaku, seharusnya tidak perlu ada upaya untuk menyerang atau melemahkan wartawan maupun LSM," tegas Luki, Kamis (11/9).

Menurut Luki, pihak yang paling merasa terusik dengan kerja wartawan dan LSM adalah para pemain proyek yang menggunakan uang negara. Ketika borok dugaan penyimpangan anggaran hendak dibongkar ke publik, mereka panik dan memilih menyerang balik.

“Wartawan dan LSM bukan untuk mencari-cari kesalahan. Tetapi ketika ada dugaan penyimpangan dalam proyek atau instansi yang menggunakan uang negara, tentu harus ada kontrol dan pemberitaan agar publik mengetahui persoalannya,” katanya.

Yang lebih mengejutkan, Luki membongkar adanya dugaan skenario licik adu domba! Pihak lembaga pendidikan disebut-sebut sengaja diarahkan untuk berhadapan langsung dengan wartawan dan LSM.

Pola ini dinilai sangat berbahaya karena berpotensi menciptakan stigma negatif, seolah-olah wartawan dan LSM adalah musuh pendidikan, padahal substansi dugaan korupsi anggaran justru sengaja dikaburkan.

“Yang lebih memprihatinkan kalau kemudian pihak lembaga pendidikan diarahkan untuk berhadapan dengan wartawan atau LSM. Jangan sampai terjadi penggiringan opini bahwa wartawan dan LSM adalah pihak yang buruk, sementara substansi persoalannya justru tidak dibahas,” ujarnya geram.

JAMBAKK pun melayangkan tantangan keras kepada aparat penegak hukum. Luki mendesak kepolisian tidak tutup mata dan tidak hanya melihat persoalan di permukaan.

Ia meminta polisi segera membongkar siapa dalang di balik munculnya konten dan narasi yang mendiskreditkan wartawan dan LSM tersebut.

“Kami meminta kepolisian tidak hanya melihat persoalan di permukaan. Kalau memang ada laporan yang sudah masuk, kami berharap segera ditindaklanjuti dan dilakukan penyelidikan secara profesional berdasarkan bukti-bukti yang ada,” kata Luki.

JAMBAKK menegaskan akan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian, namun mengingatkan agar semua pihak tetap profesional, mengedepankan bukti, dan menggunakan hak jawab jika merasa dirugikan, bukan dengan cara-cara kotor membungkam pers.

“Kontrol sosial harus tetap berjalan, tetapi juga harus dilakukan secara profesional. Begitu pula kalau ada pihak yang merasa dirugikan, silakan menggunakan hak jawab atau menempuh mekanisme hukum yang tersedia,” pungkasnya(Tim/Red)
×
Berita Terbaru Update